Sejarah Smartwatch Dari Masa Ke Masa

Wearable computer alias perangkat komputasi yang bisa dipakai adalah tren terbaru di dunia komputasi. Salah satunya yaitu smartwatch atau arloji cerdas.

Pada tahun ini, sederet produk smartwatch telah hadir meramaikan pasar. Nama-nama besar seperti Samsung, LG, Sony, Asus, dan Motorola tidak mau ketinggalan mengenalkan arloji cerdasnya. Bahkan, Apple pun turut memamerkan smartwatch miliknya.

Jika menengok sejarah smartwatch, sebetulnya perangkat ini bukanlah inovasi yang benar-benar baru. Perjalanan sejarah membawa kita ke tahun 1978 ketika Citizen untuk pertama kalinya mengeluarkan arloji digital dengan feature kalkulator. Disusul oleh Casio dengan arloji kalkulator layar sentuhnya serta Seiko dengan arloji berprosesor.

Tentu saja, fungsi-fungsi yang ditawarkan smartwatch zaman dahulu belumlah sementereng saat ini. Kala itu, arloji yang dilengkapi kalkulator dan mini-organizer saja sudah dianggap cerdas. Seiring waktu berjalan, fungsionalitas yang lebih modern seperti GPS, pemutar musik, dan Wi-Fi mulai dibenamkan.

Yang harus menjadi catatan, performa smartwatch selama ini tidaklah diwarnai kegemilangan. Bisa dibilang, belum ada smartwatch yang benar-benar menjadi produk massal dan populer dipakai oleh masyarakat. Kendalanya beragam, antara lain daya tahan baterai dan penggunaan yang kurang praktis.

Kendati demikian, era kini sudah berubah. Konsumen tampaknya lebih siap dalam menerima perangkat portabel yang mudah dibawa ke mana-mana seperti wearable computer. Lihat saja kasus komputer tablet. Sudah ada sejak era 1990-an, tapi baru populer sejak Apple mengeluarkan iPad pada tahun 2010.

Nah, apakah kasus komputer tablet dan iPad tersebut akan terulang lagi setelah Apple mengenalkan smartwatch-nya? Waktu yang akan membuktikan. Sebelum itu, mari kita mengilas balik sejarah smartwatch ikonik yang pernah mewarnai dunia komputasi sepanjang 1978 – 2012.

Citizen Scientific Calculator Watch (Kredit: pocketcalculatorshow.com)

Citizen Scientific Calculator Watch (1978)

Menurut situs Pocketcalculatorshow, arloji digital buatan Citizen ini dijuluki “master of nerd watches”. Layar LCD-nya menampilkan dua baris. Baris pertama menunjukkan waktu, baris kedua untuk melakukan fungsi kalkulator yang memuat delapan digit. Untuk melakukan proses perhitungan, pengguna bisa menekan 40 tombol yang ada di sekeliling arloji.

Seiko Data-2000. (Kredit: research.microsoft.com)

Seiko Data-2000 (1983)

Arloji digital besutan Seiko ini menarik karena dilengkapi docking yang berisi memori penyimpanan data. Tidak main-main, docking ini dibuat menyerupai keyboard QWERTY dan numerik yang memudahkan pengguna dalam mengetik dan memasukkan data. Seperti komputer dalam bentuk mini, ya?

Casio AT-550 (Kredit: research.microsoft.com)

Casio AT-550 (1984)

Dari tampak luar, Casio AT-550 tidak banyak berbeda dengan arloji lainnya. Penunjuk waktunya pun masih analog. Tapi, arloji ini sudah memiliki fungsi kalkulator. Cara mengoperasikannya?Gesture control. Ya, permukaan arloji ini dapat mengenali sapuan jari sesuai angka 0 – 9 dan karakter penjumlahan. Mirip layar sentuh yang jamak dipakai di peranti digital saat ini.

Timex Data Link (kredit: Wikipedia)

Timex Data Link (1994)

Disebut sebagai arloji pertama yang bisa mengunduh data dari komputer, Timex Data Link diproduksi bersama Microsoft sebagai alternatif dari PDA (Personal Digital Assistant) yang mulai populer kala itu. Model yang tersedia dapat menyimpan hingga 150 nomor telepon. Arloji ini pun digunakan oleh astronot NASA dalam misi luar angkasanya.

Samsung SPH-WP10 (Kredit: CNET)

Samsung SPH-WP10 (1999)

Percobaan pertama Samsung membuat smartwatch yang tidak berjalan mulus karena harganya yang mahal (US$700). Tapi, arloji ini menarik karena menggabungkan fungsi jam dan ponsel ke dalam satu perangkat. Layar LCD-nya pun sudah berwarna. Satu dekade kemudian, Samsung kembali merilissmartwatch S9110 yang juga tidak sukses secara komersial.

IBM Linux (Kredit: Engadget)

IBM Linux (2000)

Pada tahun 2000, IBM membuat prototipe arloji yang berjalan di atas platform Linux. Tujuannya untuk berkomunikasi dengan PC melalui koneksi Bluetooth. Dengan daya tahan baterai enam jam, arloji ini memuat memori 8MB. Guna mewujudkan arloji ini, IBM bermitra dengan Citizen dan dilabeli WatchPad. Tapi, proyek ini dihentikan pada 2002.

Fossil Wrist PDA (Kredit: Engadget)

Fossil Wrist PDA (2003)

Tahun 2000-an adalah masanya PDA (Personal Digital Assistant). Tren tersebut diikuti Fossil dengan melahirkan Fossil Wrist PDA, arloji monokrom yang juga berfungsi sebagai PDA. Ada feature kalender, to-do list, dan memopad di dalamnya. Pada generasi selanjutnya, arloji ini telah dilengkapi sistem operasi PalmOS dan mampu menjalankan aplikasi-aplikasi sederhana.

Microsoft SPOT (Kredit: tech.howzit.msn.com)

Microsoft SPOT (2006)

Microsoft menjajal peruntungan di arena smartwatch dengan menciptakan arloji SPOT yang tidak hanya menampilkan waktu, tapi juga informasi seperti ramalan cuaca dan berita terbaru. Semua ini diperoleh dari sinyal radio FM yang diterima SPOT. Tapi, perangkat ini hanya bertahan selama dua tahun saja di pasaran.

LG GD910 (kredit: research.microsoft.com)

LG GD910 (2009)

Arloji cerdas besutan LG dengan layar sentuh 1,43 inci ini memiliki fungsi voice recognition dan text-to-speech. Tidak hanya itu, LG GD910 dapat menjalankan fungsi telepon dengan jaringan 3G serta video call berkat kamera 0,3MP-nya.

Sony SmartWatch (Kredit: Sony)

Sony SmartWatch (2012)

Generasi pertama Sony SmartWatch yang dapat terhubung dengan ponsel Android merek apa pun. Walhasil, arloji ini bisa menampilkan feed dari Twitter, SMS, e-mail, dan juga musik. Generasi berikutnya hadir pada tahun 2013, Sony SmartWatch 2 dengan kemampuan lebih canggih, misalnya kamera, NFC, dan tahan air.

Pebble (Kredit: Kickstarter)

Pebble (2012)

Pebble menjadi buah bibir karena startup kecil ini berhasil mengumpulkan dana US$10,3 juta dari 68 ribu anggota situs Kickstarter. Produk besutannya yaitu arloji cerdas yang dapat tersambung dengan ponsel Android dan iPhone melalui Bluetooth. Yang membuatnya menarik adalah karena pengembang bisa membuat aplikasi sendiri untuk mengendalikan Pebble.

Sumber: disalin dari infokomputer.com

Tags : ,   Category : Product, smartwatch | 0 comments | 533 views

Leave a comment


*